Senin ( 07/12/2020 ) Desa Kaligono, 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) resmi mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, terhitung sejak Desember 2020.
Keberanian untuk graduasi dari KPM di tengah ekonomi yang semakin sulit di masa pandemi covid 19 itu membuat para pendamping program terharu.
Ibu Titik Sundari, salah satu KPM PKH, yang sudah terdata menjadi peserta PKH sejak tahun 2012 bekerja sebagai wirausaha dengan membuka warung kelontong. Sementara sang suami menjadi buruh lepas
Sementara, Ibu Muryam, yang juga sudah terdata menjadi peserta PKH sejak tahun 2012 bekerja sebagai pengurus e warung. Sementara sang suami menjadi buruh lepas
“Saya mantap dan yakin untuk berhenti menerima bantuan sosial PKH karena kondisi saya ini lebih beruntung daripada yang lain,” kata Ke duanya
Ketika ditanya alasan mengapa mundur disaat kebanyakan orang justru mengharapkan mendapat bantuan sosial di masa pandemi ini, ke duanya menyebut bahwa masih banyak diluar sana yang harus kehilangan pekerjaan dan lebih membutuhkan bantuan dibanding dirinya. Bahkan beliau sendiri berharap bantuan ini lebih tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan.
“Program graduasi ini sama sekali tidak ada paksaan, mengingat memang di PKH ada sebuah program untuk bisa mengentaskan para KPM untuk mandiri dengan usahanya,” kata Pendamping PKH Desa Kaligono.
Dijelaskan Hartono bahwa selama ini sebagai pendamping, dirinya serta rekan-rekan lain tidak pernah memaksakan KPM PKH yang sudah mampu untuk mundur. Namun yang dilakukan adalah dengan cara mensuport dan terus memotivasi agar KPM bisa berwirausaha mandiri dan mengundurkan diri secara sukarela. Pernyataan graduasi mandiri peserta PKH dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai dan ditandatangani oleh pendamping dan kepala desa.
“Kami turut senang dengan adanya graduasi ini berarti FDS atau Family Development Session yang diadakan saat pertemuan bulanan PKH membawa hasil. Kami berharap dengan adanya Graduasi ditengah pandemi ini bisa memotivasi KPM PKH lainnya yang sudah mampu untuk bisa mengikuti jejaknya agar bantuan sosial PKH ini tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Hartono.