Kaligono ( SID ) – Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Melalui media sosial dan berbagai aplikasi pesan, informasi dapat diterima dan diteruskan hanya dalam hitungan detik.
Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya, terutama informasi yang berisi tautan pendaftaran bantuan, lowongan pekerjaan, hadiah, maupun permintaan data pribadi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) hingga saat ini masih menemukan berbagai informasi palsu atau hoaks yang beredar di masyarakat. Beberapa di antaranya menggunakan modus tautan pendaftaran program bantuan, lowongan pekerjaan, hingga akun WhatsApp yang mengatasnamakan lembaga tertentu.
Kenali Ciri-Ciri Informasi yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak menjadi korban penipuan digital maupun ikut menyebarkan informasi palsu, masyarakat dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Jangan langsung percaya informasi yang beredar
Informasi yang diterima melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, Instagram maupun media sosial lainnya belum tentu benar. Jangan langsung meneruskan informasi sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya.
2. Periksa sumber informasi
Pastikan informasi berasal dari sumber resmi. Untuk informasi mengenai program pemerintah, bantuan sosial, pelayanan publik maupun kebijakan tertentu, masyarakat sebaiknya mengecek melalui website atau akun resmi instansi yang bersangkutan.
3. Waspadai tautan yang mencurigakan
Masyarakat perlu berhati-hati apabila menerima tautan yang meminta untuk mengisi data pribadi, nomor rekening, PIN, kode OTP, maupun informasi lainnya.
Jangan sembarangan mengklik tautan yang dikirim oleh nomor atau akun yang tidak dikenal.
4. Jangan mudah tergiur bantuan atau hadiah
Salah satu modus yang sering digunakan adalah memberikan informasi mengenai bantuan atau hadiah dengan jumlah tertentu, kemudian meminta masyarakat mengisi formulir melalui tautan tertentu.
Komdigi juga telah melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi palsu mengenai pendaftaran bantuan yang beredar di masyarakat.
5. Pastikan sebelum membagikan
Sebelum meneruskan sebuah informasi kepada keluarga, teman, grup WhatsApp maupun media sosial, biasakan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Berhenti sejenak, baca dengan teliti, periksa sumbernya, kemudian baru bagikan apabila informasi tersebut benar.
Lindungi Data Pribadi
Masyarakat juga perlu menjaga kerahasiaan data pribadi. Nomor identitas, nomor rekening, PIN, password, kode OTP dan data penting lainnya tidak boleh diberikan kepada orang lain secara sembarangan.
Perlu diingat bahwa pihak yang mengaku sebagai petugas, pegawai bank, perusahaan, maupun instansi pemerintah tidak otomatis dapat dipercaya hanya karena menggunakan nama, foto profil atau logo resmi.
Apabila merasa mendapatkan informasi yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak panik dan tidak langsung mengikuti instruksi yang diberikan.
Bijak Bermedia Digital
Penggunaan teknologi digital yang bijak merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat Desa Kaligono diharapkan dapat menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab.
Mari bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat dengan tidak mudah percaya, tidak mudah terpancing, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima.
Dengan kewaspadaan bersama, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi secara aman, nyaman dan bermanfaat.
Saring sebelum sharing.
Pemerintah Desa Kaligono mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan menjaga keamanan data pribadi di tengah perkembangan teknologi informasi.